Pandu Arief Setiadi

Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi membawa pengaruh besar terhadap cara pandang, gaya hidup manusia dan efisiensi waktu. Hal ini mengakibatkan kebutuhan manusia semakin besar. Untuk itu manusia sentiasa memenuhi kebutuhannya dengan cepat dan praktis. Begitu pula kebutuhan akan transportasi dan informasi yang dianggap sangat penting. Dimana seseorang membutuhkan waktu yang cepat dengan proses yang tidak sukar. Waktu adalah hal yang paling berharga bagi orang yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi. Dengan adanya jasa travel kami membantu anda yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota sendiri atau bersama keluarga.

Demikian pula perkembangan teknologi yang memberikan kepuasan perolehan informasi dengan cepat dan praktis adalah adanya media internet. Dengan adanya media internet, maka informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kapan saja, praktis dan cepat. Dahulu media yang dipakai dianggap kurang praktis sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat. Oleh karena itu adanya teknologi internet dipandang dapat menutupi kekurangan media-media terdahulu. Kemudian kami juga menyediakan I-Lounge untuk melepas rasa jenuh disaat Anda menunggu keberangkatan.


ASPEK UMUM DAN ORGANISASI


Organisasi

a. Bagan organisasi tersebut di buat agar memudahkan mengenai kepemimpinan organisasi dan dalam pembagian pekerjaan sesuai dengan divisi masing-masing.

b. Tingkat jabatan

• Pimpinan, Manajer, Karyawan, Security


Personalia

a. Kebutuhan tenaga kerja Kami dalam menjalankan usaha travel membutuhkan kurang lebih 30 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut ;

• Pimpinan 1 orang, Manajer 4 orang, karyawan 8 orang, Driver 6 orang,

Clining Service 3 orang, Satpam 2 orang.

b. Tingkat balas jasa

Tingkat balas jasa berupa Gaji,dan THR.


ASPEK PEMASARAN


Segmentasi, Targeting dan Positioning

a. Segmentasi

Yang menjadi segmen dari usaha travel adalah segmen menengah dan menengah ke atas.

b. Targeting

Yang menjadi target market adalah semua kalangan yang membutuhkan dan para ekskutif muda yang memiliki mobilitas tinggi.

c. Positioning

Kami ingin meenciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai usaha travel yang nyaman, tepat waktu, dan aman serta harga yang terjangkau.

Permintaan

a. Perkembangan permintaan saat ini

Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan jasa travel semakin meningkat, dikarenakan banyaknya masyarakat yang memerlukan kemudahan transportasi yang cepat dan tepat waktu ke tempat yang dituju.


b. Prospek permintaan di masa yang akan datang

Dengan berkembangnya jasa travel yang relative tinggi akan menyebabkan kondisi persaingan harga antar pesaing. Kondisi tersebut akan memunculkan titik balik dimana akan ditandai dengan berkurangnya permintaan akan jasa travel tersebut, dan konsumen beralih ke jasa travel yang lebih murah. Terlebih ketika sekarang sedang ada trend dari masyarakat yang lebih menyukai transportasiyang aman, cepat, dan tepat waktu tanpa melalui terminal bus dan ini akan memunculkan peluang bagi kegiatan bisnis disektor transportasi.


Penawaran

a. Perkembangan penawaran saat ini

Perkembangan penawaran disektor jasa travel pada saat ini mulai berkembang. Hal tersebut disebabkan karena sector usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar jasa travel menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih baik bagi konsumen.


b. Prospek penawaran di masa yang akan datang

Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha travel pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran jasa yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi sebatas bertukar informasi.Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sector ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.


Program Pemasaran

a. Tingkat pelayanan

Dalam memasarkan jasa travel,kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan peminjaman modem, pemberian asuransi jiwa, penjemputan gratis sebelum keberangkatan, dan air minum gratis.

b. Penetapan harga

Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.

c. Kegiatan promosi

Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, leaflet dan spanduk, serta siaran di beberapa stasiun rasio lokal, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.


ASPEK TEKNIS DAN OPERASI


Rencana Pengembangan

a. Evaluasi lokasi

Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagai tempat usaha Pusaka Randu adalah di Jalan Pramuka raya No.60 Jakarta Timur.

b. Sarana dan prasarana

• Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah dengan menmanfatkan : Mesin Kasir, TV, AC, Modem, Toilet, Ruang Tunggu, Tempat parkir, kendaraan,dll

• Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan bangunan seluas 210 m2 untuk kantor.

c. Tenaga ahli dan tenaga biasa

Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha travel kami adalah tenaga ahli pemasaran, keuangan, operasional dan SDM serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha. Sedangkan untuk tenaga biasa yang kami gunakan adalah wiraniaga, tenaga srabutan dan bagian cleaning service.

d. Bahan – bahan utama

Bahan utama yang digunakan dalam menjalankan usaha jasa travel antara lain : kendaraan travel dengan kualitas yang baik dan 2 buah kendaaraan operasional untuk ekskutif.

e. Bangunan dan tata letak bangunan

Berkaitan dengan bangunan dan tata letak bangunan, jasa travel Pusaka Randu akan didirikan di atas tanah seluas 900 m2 dimana luas tanah untuk mendirikan bangunan kantor seluas 210 m2, 600m2 untuk tempat parkir dan sisa 90m2 untuk taman. Bentuk bangunan berupa ruangan berlantai 2. Tata letak bangunan antara lain bangunan utama sebagai tempat transaksi penjualan tiket, tempat parkir, loby, ruang informasi dan, toilet.


Rencana Pengoperasian Usaha.

a. Proses Operasi Usaha

Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan tiket, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan tiket dan pemesanan tiket.

b. Kegiatan perawatan mesin

Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin – mesin yang kami gunakan. Misalnya perawatan kendaraan, perawatan AC. Perawatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.


ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL

Penambahan Devisa

Adanya investasi di dalam usaha jasa travel membawa dampak terhadap devisa negara Indonesia meningkatkan minat pariwisata daerah Bandung. Pendapatan pemerintah meningkat melalui pajak penghasilan yang harus dibayarakan oleh travel Pusaka Randu dan banyaknya wisatawan yang datang ke Bandung untuk berwisata dan berbisnis dengan menggunakan jasa travel ini.


Penyerapan tenaga kerja

Travel Pusaka Randu memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 27 orang dan memperkecil angka pengangguran di masyarakat.


Dampak terhadap lingkungan masyarakat

a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.

b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru

c. Mempermudah masyarakat menggunakan transportasi yang aman dan nyaman.

Pandu Arief Setiadi
Krisis perbankan yang terjadi seiring dengan terjadinya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997 telah menimbulkan malapetaka bagi perbankan nasional. Pengalaman masa krisis telah memberikan harapan kepada masyarakat akan hadirnya alternatif perbankan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah.

Untuk lebih mendorong perkembangan perbankan syariah pemerintah telah menerbitkan UU No 10 tentang perubahan UU No 7 tahun 1992 tentang perbankan. Hal ini memberikan landasan hukum yang lebih jelas dan menandai diberlakukannya sistem perbankan ganda (dual banking system). Dengan sistem ini bank konvensional diizinkan membuka unit usaha syariah tanpa perlu mengkonversi seluruhnya menjadi bank syariah. Akibatnya terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam industri perbankan syariah. Namun demikian, kontribusi perbankan syariah masih sangat kecil dibandingkan dengan perbankan konvensional. Aset perbankan syariah tahun 2002 sebesar Rp 4,1 trilyun, jimlah itu meningkat secara signifikan sebesar Rp 1,4 trilyun atau 50,3% dibanding tahun 2001. Sedangkan kontribusinya terhadap perbankan nasional hanya sekitar 0,25% pada tahun 2001 dan meningkat menjadi sekitar 0,37% tahun 2002. Sementara itu pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah mengalami peningkatan sebesar 19,72%, tabungan 38,03% dan deposito 90,4%.

Bank Jabar adalah bank umum pertama di Jawa Barat dan bank pembangunan daerah pertama di Indonesia yang beroperasi dengan prinsip syariah. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini tidak dapat dipenuhi oleh perbankan konvensional. Hal ini sejalan dengan besarnya potensi masyarakat Jawa Barat yang lebih dari 98% beragama islam dan pesatnya perkembangan ekonomi dan industri di Jawa Barat. Namun demikian, Divisi Usaha Syariah yang didirikan tahun 2000, kontribusinya masih terlalu kecil dibandingkan dengan sistem konvensional. Untuk dana pihak ketiga kontribusinya pada tahun 2001 hanya 0,2% dan tahun 2002 meningkat menjadi 0,4%. Sementara dari sisi pertumbuhan unit usaha syariah menunjukkan pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan sistem konvensional, yaitu untuk dana pihak ketiga (DPK) sebesar 74% dan konvensional hanya 34%. Sedangkan pembiayaan syariah tumbuh sebesar 49% dan konvensional hanya 24%. Hal ini mengindikasikan bahwa unit syariah memiliki prospek yang baik di masa depan, namun besarnya potensi bank syariah di Jawa Barat belum digali secara optimal. Karena itu perlu diketahui posisi atau keberadaan dari tiap produk syariah baik giro wadiah, tabungan mudharabah, deposito mudharabah maupun pembiayaan syariah dan strategi pengembangannya agar memberikan kontribusi yang optimal.

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana posisi bersaing Bank Jabar Syariah, (2) bagaimana posisi atau keberadaan masing-masing produk yaitu giro wadiah, tabungan mudharabah, deposito mudharabah, dan pembiayaan dalam bisnis syariah., dan (3) bagaimana implikasi strategis masing-masing produk yang sesuai dengan posisi produk saat ini dan bagaimana pengembangannya di masa depan. Selanjutnya penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) menganalisis posisi bersaing Bank Jabar Syariah dalam industri perbankan syariah, (2) menganalisis posisi produk syariah dalm matriks portofolio, dan (3) merekomendasikan alternatif strategi yang sebaiknya diterapkan bagi masing-masing produk syariah.

Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Untuk jenis data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan kuesioner dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui data internal perusahaan, studi kepustakaan, laporan /tulisan, statistik perbankan syariah. Teknik pengambilan contoh (responden) menggunakan pendekatan purposive sampling dan responden yang dipilih adalah Pemimpin Divisi, Bagian Pengembangan Bisnis Syariah, Bagian Pembiayaan dan Operasional, Kepala Seksi KIC (Kontrol Intern Cabang), dan Seksi Pemasaran. Analisis data menggunakan matriks CPM (Competitive Profil Matrix) dan matriks SPACE (Strategic Position and Action Evaluation) untuk menganalisis posisi bersaing perusahaan dan alternatif strategi korporasi. Sedangkan untuk menganalisis posisi masing-masing produk menggunakan matriks BCG (Boston Consulting Group) dan GE (General Matrix).

Berdasarkan hasil analisis matriks CPM terhadap empat bank syariah dengan jumlah aset terbesar, yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank Jabar Syariah, diperoleh faktor-faktor strategis yang harus diperhatikan dalam bisnis bank syariah. Faktor-faktor tersebut adalah (1) pangsa pasar, (2) market area coverage, (3) produk unik dan spesifik (inovatif), (4) teknologi, profitabilitas, dan efisiensi, (5) pelayanan, dan (6) variasi produk. Bank Jabar Syariah memiliki posisi bersaing paling lemah dibandingkan tiga pesaing utamanya. Karena itu untuk meningkatkan daya saing dalam industri perbankan syariah, faktor strategis yang perlu diperhatikan manajemen adalah peningkatan pangsa pasar, perluasan market area coverage atau jaringan pelayanan yang didukung dengan produk yang inovatif dan teknologi. Kemudian dalam rangka meningkatkan pelayanan, diperlukan standard pelayanan yang sama baiknya di setiap cabang, seperti pelayanan yang terdapat di Bank Jabar Syariah Cabang Bandung.

Hasil analisis Matriks SPACE menunjukkan bahwa Bank Jabar Syariah berada pada profil agresif dengan arah vektor bersifat positif untuk kekuatan keuangan dan kekuatan industri. Alternatif strategi yang mungkin dilakukan perusahaan adalah market penetration, market development, product development, concentric diversification, horizontal diversification, atau strategi kombinasi di antara strategi yang dimaksud.

Untuk menganalisis portofolio produk digunakan dua alat analisis, yaitu analisis matriks BCG dan GE. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah produk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri dari giro wadiah, tabungan mudharabah, deposito mudharabah; dan produk pembiayaan atau penyaluran dana.

Hasil analisis BCG menunjukkan bahwa pangsa pasar relatif Bank Jabar Syariah untuk produk giro wadiah, tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan pembiayaan jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bank Muamalat, sebagai pemimpin pasar (market leader). Sementara itu produk berada dalam industri perbankan syariah yang tumbuh dengan tinggi dan dinamis. Pada kondisi saat ini, baik untuk produk penghimpunan dana pihak ketiga maupun pembiayaan seluruhnya berada pada posisi bisnis "tanda tanya" atau question marks. Posis terbaik di masa depan adalah keseluruhan produk bergeser menjadi "bintang" atau stars, dengan melakukan strategi intensif melalui market penetration, market development, dan product development.

Hasil analisis portofolio produk dengan matriks GE didasarkan pada dua dimensi, yaitu dimensi daya tarik industri dan kekuatan bisnis. Dari hasil penilaian kedua faktor tersebut untuk kondisi saat ini semua produk berada pada posisi selektif. Sedangkan pada kondisi masa depan diharapkan posisi bisnis dari seluruh produk bergeser ke posisi pertumbuhan selektif. Adapun alternatif strategi untuk mencapai posisi bisnis pertumbuhan selektif untuk semua produk adalah memimpin pasar berdasarkan segmen, memperbaiki kelemahan dan membangun keunggulan.

Beberapa implikasi strategis berdasarkan hasil analisis matriks BCG dan GE, yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut:

1. Giro Wadiah

a. Peningkatan pangsa pasar dengan melakukan edukasi pasar, terutama kepada pasar mengambang (floating market). Disamping itu mengoptimalkan jaringan kantor cabang yang ada dengan melakukan pemasaran yang lebih agresif melalui peningkatan promosi dan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

b. Menentukan pasar sasaran yang jelas berdasarkan segmen.

c. Melakukan pengembangan pasar, dengan membuka jaringan layanan yang baru dengan membuka cabang baru atau memanfaatkan kantor cabang konvensional dengan menerapkan dual transaction system.

d. Melakukan investasi untuk mendukung perbaikan pelayanan kepada nasabah.

e. Melakukan pengembangan produk melalui penambahan fitur dan fasilitas produk yang berbasis teknologi.

f. Melakukan aliansi strategis untuk memperoleh akses teknologi.

g. Melakukan kerjasama dengan lembaga ekonomi internasional dan kekuatan ekonomi lainnya, dalam rangka investasi dan pemasaran

h. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar memiliki kompetensi dan integritas.


2. Tabungan Mudharabah

a. Peningkatan pangsa pasar dengan melakukan edukasi pasar, terutama kepada pasar mengambang (floating market). Disamping itu mengoptimalkan jaringan kantor cabang yang ada dengan melakukan pemasaran yang lebih agresif melalui peningkatan promosi dan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

b. Menentukan pasar sasaran yang jelas berdasarkan segmen.

c. Menciptakan hadiah dan insentif yang menarik nasabah dalam rangka peningkatan pangsa pasar dan daya tarik produk.

d. Melakukan pengembangan pasar, dengan membuka jaringan layanan yang baru dengan membuka cabang baru atau memanfaatkan kantor cabang konvensional dengan menerapkan dual transaction system.

e. Melakukan investasi untuk mendukung perbaikan pelayanan kepada nasabah.

f. Melakukan pengembangan produk melalui penambahan fitur dan fasilitas produk yang berbasis teknologi.

g. Melakukan aliansi strategis untuk memperoleh akses teknologi.

h. Melakukan kerjasama dengan lembaga ekonomi internasional dan kekuatan ekonomi lainnya, dalam rangka investasi dan pemasaran

i. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar memiliki kompetensi dan integritas.


3. Deposito Mudharabah

a. Peningkatan pangsa pasar dengan melakukan edukasi pasar, terutama kepada pasar mengambang (floating market). Disamping itu mengoptimalkan jaringan kantor cabang yang ada dengan melakukan pemasaran yang lebih agresif melalui peningkatan promosi dan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

b. Menentukan pasar sasaran yang jelas berdasarkan segmen.

c. Melakukan pengembangan pasar, dengan membuka jaringan layanan yang baru dengan membuka cabang baru atau memanfaatkan kantor cabang konvensional dengan menerapkan dual transaction system.

d. Melakukan investasi untuk mendukung perbaikan pelayanan kepada nasabah.

e. Melakukan pengembangan produk melalui penambahan fitur dan fasilitas produk yang berbasis teknologi.

f. Melakukan aliansi strategis untuk memperoleh akses teknologi.

g. Melakukan kerjasama dengan lembaga ekonomi internasional dan kekuatan ekonomi lainnya, dalam rangka investasi dan pemasaran

h. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar memiliki kompetensi dan integritas.

4. Pembiayaan

a. Peningkatan pangsa pasar dengan melakukan edukasi pasar, terutama kepada pasar mengambang (floating market). Disamping itu mengoptimalkan jaringan kantor cabang yang ada dengan melakukan pemasaran yang lebih agresif melalui peningkatan promosi dan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

b. Menentukan pasar sasaran yang jelas berdasarkan segmen.

c. Melakukan pengembangan pasar, dengan membuka jaringan layanan yang baru dengan membuka cabang baru atau memanfaatkan kantor cabang konvensional dengan menerapkan dual transaction system.

d. Melakukan investasi untuk mendukung perbaikan pelayanan kepada nasabah.

e. Melakukan pengembangan produk melalui penambahan fitur dan fasilitas produk yang berbasis teknologi, seperti syariah charge card (kartu isi ulang syariah) atau kartu kredit syariah (islamic credit card) dan produk pembiayaan lainnya yang berbasis mudharabah dan musyarakah.

f. Melakukan aliansi strategis untuk memperoleh akses teknologi.

g. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan persyaratan pembiayaan.

h. Melakukan kerjasama dengan lembaga ekonomi internasional dan kekuatan ekonomi lainnya, dalam rangka investasi dan pemasaran

i. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar memiliki kompetensi dan integritas.

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis yang telah dilakukan ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan sebagai berikut: (1) Mengingat perusahaan tidak dapat melepaskan diri dari perubahan lingkungan yang berubah dengan cepat, dinamis dan bersifat turbulen, maka disarankan untuk senantiasa responsif dan adaptif, sehingga dapat disesuaikan dengan strategi yang akan dirumuskan, (2) Perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan skala prioritas alternatif strategi yang akan diimplementasikan, dan (3) Sesuai dengan kondisi perusahaan pada masa mendatang, kekuatan bisnis perusahaan, walaupun ada peningkatan, tetap berada dalam kategori sedang. Daya saing perusahaan perlu terus didorong agar kekuatan bisnisnya meningkat menjadi kategori tinggi, dengan cara mengkaji peningkatan status penanganan bisnis syariah dari setingkat divisi, menjadi setingkat direktur atau bahkan menjadi bank umum

sumber : http://elibrary.mb.ipb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=mbipb-12312421421421412-asepyusupw-436
Pandu Arief Setiadi
OTOMOTIFNET - Tahun ini Multistrada, produsen ban mobil Achilles berencana untuk serius memproduksi ban motor dengan merek Corsa. Salah satu teknologi andalannya adalah three in one compound. “Selain itu kita menggunakan teknologi mobil untuk memproduksi ban sepeda motor,” buka Uthan Sadikin, komisaris PT Multistrada Arah Sarana (MAS). Penasaran seperti apa teknologi yang mereka gunakan?

Kebetulan OTOMOTIFNET.COM berkesempatan melihat langsung proses produksi ban dengan teknologi yang katanya paling canggih di Indonesia ini. “Setahu saya belum ada pabrik ban di Indonesia yang bisa membuat ban dengan menyatukan tiga atau empat compound yang berbeda dalam satu ban,” ungkap Agus Dwi, Field Service PT MAS.


Karet sinsetik sebagai bahan dasar

Banbury mixer

Sebenarnya proses produksinya hampir sama dengan ban pada umumnya. Yang pertama adalah membuat karet sintetik menjadi lembaran-lembaran compound menggunakan mesin banbury mixer. Semua karet ban tentunya melewati proses ini, tapi proses berikutnya adalah yang membedakan dengan konstruksi ban merek lain.


Disini tiga compound disatukan

“Untuk satu tipe ban, kita membuat beberapa compound berbeda untuk side wall (sisi samping), tread wall (telapak ban) dan base compound. Tentunya akan disatukan menjadi satu ban menggunakan mesin extruder,” ungkap Agus kemudian. Nah, pada proses ini tidak semua pabrik ban bisa melakukannya. Tentunya tiga compound ini memiliki beberapa keuntungan.

“Kita bisa membuat spesifikasi yang berbeda antara side wall dan tread wall. Pada prinsipnya side wall harus bisa berfungsi sebagai suspensi, meredam getaran. Sedang tread wall dibutuhkan untuk memperoleh daya rekat ke aspal dengan lebih baik,” terang Agus. Maka dari itu kedua compound tadi butuh spek yang berbeda.



Pembuatan bead

Play dari nilon digulung

Sedang base compound berfungsi sebagai penguat atau dasar dari tread wall sekaligus mengurangi resiko ban tidak rata setelah lama dipakai. Bila permukaan ban tiba bergelombang tentunya akan menimbulkan vibrasi saat ban berputar. Disaat bersamaan dengan pembuatan compound, dibuat juga bead atau kawat kerangka ban yang terbuat dari baja. Fungsinya untuk menjaga ban agar tetap berbentuk lingkaran dan juga untuk memperkuat jepitan ban ke pelek agar bisa terus terpasang sempurna.

Selain bead juga dibuat play atau lapisan dasar ban yang terbuat dari nilon yang dilapisi karet. Bagian ini terletak dibagian dalam ban. Biasanya bila ban sudah habis dan terus dipakai maka akan terlihat untaian kawat halus. Kawat halus inilah lapisan dalam dari ban.



Proses assembling berjalan sangat cepat


Setelah assembling, ban siap dimasak

Setelah ketiga part tadi, compound, bead dan play terkumpul tinggal disatukan dalam proses assembling. Dengan sebuah alat modern ketika part tadi dijadikan satu. Setelah menjadi satu dan membentuk sebuah ban yang masih mentah. Karena proses terakhir adalah pemasakan.

“Terakhir dilakukan proses curing. Agar awet maka ban perlu di panaskan dalam suhu 185 derajat celcius dalam waktu kurang lebih sekitar 8 menit. Proses ini harus presisi karena bila terlalu matang atau kurang matang, efeknya ban menjadi kurang awet,” terang Agus sambil menjelaskan dalam pemasakan tadi sekaligus mencetak bentuk pattern yang diinginkan.


Pattern ban dicetak pada tahap akhir

Gimana, seru bukan? Ternyata enggak semudah yang dibayangkan. Mau tahu seperti apa pengetesan yang dilakukan pabrik ban? Jangan lewatkan tulisan berikutnya.

Metode Pengetesan Ban


Mesin pengetesan durability dan top speed untuk ban mobil

OTOMOTIFNET
- Standarisasi kualitas ban mengharuskan pabrikan ban sangat memperhatikan kualitas produksinya. Semua pabrikan ban pasti akan melakukan berbagai macam pengetesan untuk bisa lolos dan terus mempertahankan kualitas terbaik dari ban yang dibuatnya. Umumnya ada dua tes yang selalu rutin dilakukan oleh pabrikan ban. Yaitu indoor tes dam outdoor tes.

Seperti tulisan sebelumnya, OTOMOTIFNET diberi kesempatan untuk mengintip langsung proses pengetasan ban yang dilakukan oleh PT Multistrada Arah Sarana (MAS), produsen ban Achilles, Corsa dan Strada. Karena waktu yang tidak terlalu banyak maka pengetesan di dalam ruangan atau indoor yang menjadi sorotan OTOMOTIFNET kali ini.

Secara garis besar ada dua data dari dua jenis pengetesan yang harus diperoleh yaitu durability dan top speed. “Tes durability dilakukan untuk mengetahui kekuatan ban. Caranya ban diputar dalam jangka waktu tertentu lalu dilihat perubahannya,” buka Sunendri Tju, dari Tire Testing Laboratory PT MAS.

Sebelum dilakukan pengetesan terlebih dahulu diameter keliling ban, lebar ban dan kedalaman pattern ban diukur. Setelah itu di masukan ke dalam alat pengetesan untuk diputar dan digesek selama 82 jam non stop dengan kecepatan konstan. Bayangin, berapa hari tuh! “Standar dari SNI hanya 34 jam tapi kita mengukur lebih dari standar,” tambah Sunendri.


Alat ini khusus untuk mengetes durability ban

Setelah selesai pengukuran, dicek kembali apakah perubahan yang terjadi masih dalam batas toleransi. Hal yang sama juga dilakukan untuk pengetesan top speed. Tiap ban pasti memiliki batas toleransi kecepatan berbeda. Bisa dilihat di dinding ban dengan kode, misalnya kode K untuk kecepatan maksimal 110 km/jam, atau U untuk keceptan maksimal 200 km/jam.

Menggunakan metode yang sama dengan pengetesan durability, ban diputar dengan kecepatan yang bertingkat. “Secara bertahap kita tambah kecepatannya sampai batas maksimum. Pada ban untuk keperluan ekspor ke Eropa, standar kecepatannya harus sangat diperhatikan. Karena mereka sangat ketat urusan keselamatan pada kecepatan tinggi,” terangnya sambil berteriak, maklum ruangan indoor test ini sangat berisik.

Pengetesan seperti ini bukan hanya dilakukan untuk mendapatkan sertifikat standarisasi, tapi juga dilakukan secara rutin pada ban yang masih di produksi. “Secara random kita ambil ban tiap 10.000 sampai 50.000 ban yang kita produksi. Agar kualitasnya tetap terjaga.” Tutupnya. Kalau sehari PT MAS bisa memproduksi ban Corsa sebanyak 8000 unit hitung aja sendiri sesering apa mereka melakukan pengetesan.

sumber : http://forum.otomotifnet.com/forum/showthread.php?t=3596
Pandu Arief Setiadi


langsung aja.......

10. United Arab Emirate Rp. 3450/liter
Uni Emirat Arab adalah negara yang bagus untuk tinggal masuk Selain memiliki salah satu harga gas termurah di dunia mereka juga negara kaya ke-4 di dunia.

Tahukah Anda bahwa Enzo Ferrari mengambil gas lebih banyak daripada Toyota Prius? Berpikir tentang hal seperti ini, membuat hanya logis untuk memiliki gas super murah untuk orang-orang super kaya dan ada mobil super mahal!

09.Mesir Rp.2985/liter
Starting from 1979 Egypt has gotten an average of $2.2 billion a year as foreign aid from the US. It’s only fair – the money to buy all that cheap gas has to come from somewhere!

08. Bahrain Rp.2519/liter
Negara pulau kecil ini memiliki luas wilayah hanya 266 mi ² (665 km ²). Jika Anda memutuskan untuk berkeliling pulau Anda harus tahu bahwa perjalanan ini akan sekitar 100 mil (161 km). Jadi mengapa tidak memberikan gas orang-orang dengan tanah harga murah? Berapa banyak gas yang mereka butuhkan sih? Ini bukan seperti ada beberapa jauh tujuan Anda bisa berkendara ke.

07. Quatar Rp.2052/liter
Jika Anda akan menjadi pemerintah negara terkaya kedua di dunia, Anda tidak ingin orang-orang untuk membayar terlalu banyak untuk gas. Setelah semua - mereka dapat marah kepada Anda jika mereka tidak punya cukup uang untuk membeli pesawat kedua mereka! Jadi tentu saja, masuk akal untuk mempertahankan harga gas yang sangat rendah di Qatar.

06. Kuwait Rp.1959/liter
Mirip seperti kesepakatan yang sama di Kuwait seperti di Qatar! Tapi Kuwait hanya 4 negara terkaya di dunia, sehingga masuk akal bahwa gas di Kuwait adalah sedikit lebih murah daripada di Qatar! Orang-orang di Kuwait mungkin tidak mampu membayar harga Qatar telah!

05. Arab Saudi Rp.1119/liter
Ketika Raja Abdullah dari Arab Saudi dilihat negara asing ia biasanya pergi dengan 6 pesawat - 1 untuk dirinya sendiri dan anak-anaknya dan lain 5 untuk teman-temannya terdekat. Semua orang tahu bahwa pesawat mengkonsumsi banyak bahan bakar! Sekarang jika mereka hanya akan menurunkan harga sedikit mereka mampu membawa mereka bahwa 7 Boeing 747 pribadi.

04. Iran Rp.1026/liter
Pada tingkat produksi saat ini diperkirakan bahwa Iran akan kehabisan minyak dalam 74 tahun. Mereka berusaha untuk menyingkirkan lebih cepat dengan memberi jauh dengan harga sangat murah.

03. Nigeria Rp.930/liter
Nigeria memiliki sumber minyak 10 terbesar di dunia. Mereka juga memiliki sekitar 150 juta orang dan sejarah kekerasan. Campuran ini dengan pemerintahan yang korup and ingin menyimpan uang mereka dapat dari menjual minyak ke negara lain lebih dari $ 37320/gallon (sekitar $ 10263/liter) masuk akal bahwa mereka menjaga harga local bawah. Anda tidak ingin membuat orang gila, menjatuhkan pemerintah dan membunuh semua orang yang mereka tidak suka! Anda tidak dapat menggunakan uang setelah Anda mati, bisa Anda?

02. Turkmenistan Rp.746/liter
Turkmenistan adalah jauh negara paling keren dalam daftar. Sampai Desember 2006 itu diperintah oleh presiden untuk kehidupan Saparmurat_Niyazov. Beberapa hal-hal yang keren telah dilakukan:

* Resmi bernama nama bulan setelah anggota keluarganya
* Menang pemilihan "demokratis" dengan 99,9% suara!
* Ditutup turun semua perpustakaan pedesaan - "Kebanyakan Turkmenistan orang tidak membaca buku"

01. Venezuela Rp466/liter
Venezuela dipimpin oleh presiden Hugo Chavez - seorang president cukup terkenal bagi mereka yang mengikuti politik internasional. Dia banyak ke sosialisme. Ini termasuk memiliki negara mengambil alih perusahaan swasta cukup banyak dan melakukan apa pun berpikir membantu orang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Yang menyenangkan adalah ketika dia melakukan sesuatu yang besar ia selalu meminta pendapat orang! Jika Anda harus memilih apakah Anda lebih memilih harga gas tinggi atau rendah?

sumber : kaskus.us
Pandu Arief Setiadi
Mengenali bagaimana cara kerja layar sentuh dapat membantu untuk merawat dan membedakan jenis-jenis layar sentuh pada handphone jaman sekarang ini. Ada 3 jenis, yaitu resistive, capacitive dan surface acoustic wave system.

1. Resistive Screen



Sistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik.

Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.

Ketika terjadi sentuhan kedua lapisan ini akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fisik. Karena adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut.

Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi.

Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.

Layar dengan teknologi ini memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih. Touch sensor jenis ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam.

Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.

Definisi sederhananya:

Layar yang cara kerjanya harus ditekan, dapat menggunakan jari atau benda apapun yg ditekankan di layar. Kelemahan untuk layar ini adalah jika diletakkan dikantong (terutama kantong celana), bisa tertekan-tekan dan mengakibatkan layar jadi gampang rusak karena sering tertekan.

Indoor: sangat baik
Outdoor: kurang optimal

Contoh HP yg menggunakan layar resistif adalah Samsung Star, Sony Erricson W950. Siri-cirinya adalah dengan disertakan stylus didalam paket HP-nya. Pilihlah wadah yang menggunakan model flip, jadi layar dapat terlindung dari tekanan. Sebaliknya tidak disarankan menggunakan wadah HP model pouch.


2. Capacitive Screen



Sistem kapasitif memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.



Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi.

Ketika jari tangan Anda menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.

Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.

Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90%, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dsb.

Definisi sederhananya:

Harus dengan sentuhan jari, tidak dapat menggunakan benda lain (kuku, stylus, dsb). Karena layar ini bekerja dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada ditubuh kita. Layar sentuh model kapasitif ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, karena layar ini adalah pengembangan terbaru untuk menggantikan layar resistif.

Indoor: sangat baik
Outdoor: sangat baik

Keunggulannya: layar jenis ini tidak terpengaruh terhadap tekanan, jadi walaupun HP diletakkan dikantong tidak menjadi masalah. Penggunaan wadah model pouch bisa dikategorikan aman. Ciri-cirinya adalah tidak disertakan stylus didalam paket HP-nya. Contoh HP yg menggunakan layar kapasitif adalah Samsung Corby Touchscreen, iPhone.


3. Surface Acoustic Wave System



Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik.

Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor.

Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.




Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi sebentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut.

Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan Anda yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat Anda gunakan.

Teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen.

Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak ketika di sentuh, ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.

Kelemahannya kinerja dari touchscreen ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan.

Touchscreen jenis ini cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam dan saat presentasi dalam ruangan.


Multi Touchscreen



Multi layar sentuh adalah pengembangan dari teknologi layar sentuh yang sudah ada. Dari arti kata “multi” yang berarti banyak, sudah terlihat bahwa keunggulan layar sentuh ini dapat disentuh oleh lebih dari satu jari. Layar multi sentuh ini mampu disentuh oleh puluhan jari dari orang yang berbeda-beda secara bersamaan.

Layar multi sentuh ini dapat digunakan untuk membesarkan, mengecilkan, mengubah posisi, dan memindahkan posisi objek pada layar monitor seperti foto atau games.

sumber :

tulisan : kaskus.us

gambar : google.com
Pandu Arief Setiadi


Walaupun masih ada usaha pencarian mutiara dari alam, namun kebanyakan mutiara yang berada di pasaran saat ini adalah hasil rekayasa manusia. Rekayasa ini ditemukan oleh orang Jepang, Mikimoto di awal abad yang lalu. Mengingat begitu potensialnya mutiara sehingga Jepang tetap menjaga rahasia ini sampai akhir tahun 80-an. Sehingga tidak heran bila Jepang mengembangkan usahanya di negara-negara lain di kawasan pasifik dan lautan Hindia seperti Indonesia dengan tetap menggunakan teknisinya. Walaupun demikian, Indonesia sebagai areal potensial budidaya bagi hampir semua jenis kerang mutiara telah menjadi salah satu negara penghasil mutiara utama dunia bersama Jepang, China dan Australia.

Bentuk rekayasa ini dikenal dengan istilah grafting atau seeding atau juga implantation, yaitu dengan menyisipkan inti (nucleus) bersama selembar organ mantel (irisan daging kerang mutiara lain yang dikenal dengan nama ‘saibo’) ke dalam kerang mutiara. Organ mantel ini diambil oleh individu kerang mutiara yang lain dan berperan sebagai donor. Berdasarkan penelitian, pemilihan donor yang baik akan menentukan kualitas mutiara yang dihasilkan terutama dari segi warna, bentuk dan kilau mutiara. Inti dan irisan mantel ini ditempatkan di dalam gonad kerang setelah sebelumnya dibuat irisan kecil pada dinding gonad. Irisan daging mantel akan membentuk kantung mutiara (pearl sac) dan nantinya akan memproduksi nacre. Proses ini dikenal sebagai biomineralisasi, sama halnya dengan proses pembentukan tulang pada manusia dan hewan bertulang belakang lainnya. Nacre adalah bagian permukaan yang berkilau dari mutiara atau juga dinding bagian yang berkilau dalam kerang. Pada bagian dalam kerang, nacre diistilahkan sebagai Mother of Pearl (ibu dari mutiara) sedangkan nacre yang melekat di inti disebut mutiara. Kualitas nacre yang dihasilkan menjadi penentu kualitas mutiara secara keseluruhan.

Proses penyisipan merupakan bagian kecil dari rangkaian proses budidaya yang panjang sejak penentuan lokasi budidaya sampai pada penanganan pasca panen. Prinsip proses penyisipan ini didasarkan atas bagaimana terbentuknya mutiara secara alami dimana kerang akan membungkus irritant yang tidak dapat dihindari dengan nacre. Prinsip kerja ini sama bila kerang mengalami kerusakan cangkang, mereka akan segera menutup lubangnya dengan nacre sehingga mencegah tubuh lunaknya terekspos. Namun sejauh ini belum ada bukti bahwa mutiara alami terbentuk karena masuknya butir pasir ke dalam tubuh kerang. Asumsi kuat yang menunjang terbentuknya lapisan nacre ini adalah adanya virus seperti yang ditemukan pada beberapa jenis kerang mutiara yang dibudidayakan.

Proses pembuatan mutiara

Secara alami
Di alam, mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant ini sering juga ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel kemudian benda ini pada akan terbungkus nacre sehingga jadilah mutiara. Secara teoritis, Elisabeth Strack (secara mendalam terdapat dalam buku Pearls tahun 2006) mendeskripsikan terbentuknya mutiara alami terbagi atas dua bagian besar, terbentuk akibat irritant dan masuknya partikel padat dalam mantel moluska. Pada prinsipnya, mutiara terbentuk karena adanya bagian epithelium mantel yang masuk ke dalam rongga mantel tersebut. Bagian epithelium mantel ini bertugas mengeluarkan/mendeposisikan nacre pada bagian dalam cangkang kerang disamping membentuk keseluruhan cangkang. Teory irritant mengungkapkan bahwa pada suatu saat bagian ujung mantel sang kerang dimakan oleh ikan, hal ini dimungkinkan karena kerang akan membuka cangkang dan menjulurkan bagian mantelnya untuk menyerap makanan. Saat mantelnya putus, bagian remah eptiheliumpun masuk ke dalam rongga mantel. Teory irritant juga mengungkapkan bahwa bisa saja mutiara terbentuk akibat masuknya cacing yang biasanya menempati moluska pada masa perkembangannya kemudian berpindah ke organisme lain. Cacing ini merusak dan memasuki rongga mantel. Cacing ini tanpa sengaja membawa bagian epithelium yang ada di permukaan mantel bersamanya. Bila cacing mati dalam rongga mantel, maka cacing ini akan dibungkus oleh epithelium, membentuk kantung mutiara dan akhirnya terbentuklah mutiara. Kalaupun cacing itu bisa melepaskan diri, maka epithelium yang tinggal dalam rongga mantellah yang akan membentuk mutiara setelah sebelumnya membentuk kantung mutiara. Sementara teori yang kedua adalah masuknya partikel padat ke dalam rongga mantel. Partikel padat bisa saja terperangkap di dalam tubuh kerang akibat dorongan air. Saat kerang ini tak bisa mengeluarkannya, partikel inipun bisa saja masuk ke rongga mantel. Saat dia masuk, epithelium juga ikut bersamanya. Epithelium ini akhirnya membungkus partikel padat sehingga terbentuklah kantung mutiara. Kantung mutiara ini akhirnya akan mendeposisikan nacre ke partikel padat tersebut. Namun demikian sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori masuknya pasir ke dalam mantel kerang mutiara walaupun teori ini dipahami sejak lama. Dari beberapa mutiara alami yang dibedah, menunjukkan bahwa bagian inti mutiaranya bukanlah partikel padat.

Mutiara hasil budidaya

Sebelum kegiatan operasi, kerang mutiara jauh hari sebelumnya sudah mengalami proses yang disebut weakening (membuat kerang mutiara menjadi lemah). Proses ini biasanya dari 2 minggu sampai sebulan tergantung jenis dari kerang mutiara. Proses ini dimaksudkan supaya kerang mutiara akan akan mengalami stress dan memasuki fase reproduksi dengan cepat sehingga apabila operasi dilaksanakan gonadnya sudah kosong. Bila gonad dalam keadaan penuh maka kegiatan operasi akan menyulitkan dan bahkan banyak mengalami kegagalan. Proses weakening ini bisa dengan menutup kerang mutiara dengan sarung yang berpori sangat kecil sehingga partikel makanan tersaring atau bahkan kerang mutiaranya ditumpuk bersama kemudian dibungkus dengan sarung berpori kecil. Dalam kondisi ini, kerang mutiara masih bisa bertahan hidup walau makanan dalam partikel yang lebih besar sudah tak ada lagi. Setelah proses ini, kerang mutiara diangkat ke darat (bila operasi dilaksanakan di darat) dan mengalami proses weakening lanjutan di dalam tanki. Mereka ditumpuk bersama sehingga mereka makin lemah akibat konsumsi makanan dan oksigen yang rendah. Bila operasi dilakukan tanpa proses ini, kerang mutiara masih sangat kuat untuk menendang keluar nucleus yang dimasukkan ke dalam gonadnya. Bahkan untuk jenis kerang terbesar P. Maxima, otot mereka sangat kuat bila tak melewati proses weakening sehingga cangkangnya sangat susah dibuka. Pada saat-saat tertentu air dikeluarkan dari tanki sehingga memaksa kerang untuk membuka cangkangnya. Saat kerang membuka cangkang peg (pengganjal) disisipkan diantara kedua cangkang kemudian kerang siap dioperasi. Pada saat tanpa air, kerang akan membuka cangkang sementara mantelnya akan tertarik ke dalam. Hal ini memudahkan kegiatan pegging karena saat ditutupi air kerang akan membuka cangkang namun bagian tepinya akan tertutup mantel, akibatnya apabila dilakukan pengganjalan maka peg akan melukai mantel kerang.

Mutiara hasil budidaya menggunakan prinsip terbentuknya mutiara alami dengan sebuah nucleus sebagai dasar terbentuknya mutiara. Seorang teknisi terlatih akan menyiapkan inti mutiara yang biasanya bulat dan berasal dari cangkang kerang lain dan potongan mantel atau disebut juga saibo yang diambil dari kerang mutiara lain. Pemilihan donor ini mempertimbangkan warna dan kualitas nacre Mother of Pearl-nya (yang terdapat pada bagian sisi dalam cangkang kerang).


Awalnya sang teknisi akan membunuh kerang donor dengan hati-hati agar supaya tak menyentuh mantelnya. Bila mantelnya tersentuh, maka mantel akan berkeriput akibat reaksi dari si kerang. Membunuh kerang donor dilakukan dengan menyisipkan pisau di antara dua cangkang dan memotong otot aduktor dari kerang donor. Saat terbelah, kerang didiamkan sampai benar-benar mati sehingga saat bagian mantelnya disentuh dia tak bereaksi lagi. Selanjutnya dipotonglah bagian mantel yang menempel pada kedua cangkang dan mantel tersebutpun dipotong lagi kecil-kecil (kira-kira 3 x 3 mm). Bagian mantel yang dipersiapkan untuk penyisipan disebut saibo, sehingga kerang donor disebut juga kerang saibo. Saat operasi penyisipan, kerang penerima sudah dipegging (ditempatkan pasak antara kedua cangkang). Kerang penerima ini ditempatkan sedemikian rupa agar mudah dioperasi. Shell opener bertugas untuk membuka cangkang lebar-lebar, kemudian teknisi akan mengiris tipis bagian antara gonad dan kaki dari kerang sebagai tempat masuknya inti dan saibo.


Ukuran Intipun dipilih sesuai dengan ukuran gonad. Setelah itu intipun dimasukkan se dalam-dalamnya ke dalam gonad kemudian disusul dengan satu lembar saibo. Lembar saibo ini ditempatkan sedemikian rupa agar melekat di inti dengan bagian ectoderm (yang berisi epithelium penghasil nacre) menghadap inti. Karena bila terbalik maka kemungkinan terbentuk mutiara bulat sangat kecil. Setelah itu kerangpun ditempatkan ke keranjang atau panel dan akhirnya dikembalikan ke laut. Teknik operasi dan pasca operasi bervariasi setiap perusahaan mutiara. Pada prinsipnya, dengan menerapkan teknik-teknik tertentu, kerang mutiara tak akan ”menendang” keluar inti yang disisip dan akhirnya bisa menghasilkan mutiara bulat yang
berkualitas baik.



Proses pemilihan kerang untuk penerima/penghasil mutiara juga mempertimbangkan umur kerang dan masa reproduksinya. Bila kerang dalam masa reproduksi maka gonadnya akan penuh, sehingga dianggap tak cocok untuk disisipkan inti. Kemampuan teknisi akan menentukan kualitas mutiara yang dihasilkan nanti

sumber : kaskus.us